Saya akan menceritakan mengenai Guru Kosmis dari pengalaman beberapa waktu lalu. atas amanah Suhu. Guru Kosmis adalah belajar melihat sisi-sisi kehidupan. Manusia adalah mahluk sosial dan harus berinteraksi dengan sesama. Interaksi yang baik. mendatangkan kebaikan. Interaksi baik yang berhubungan dengan materi akan meningkatkan nilai dari materi. Oleh karenanya sejak dulu ada aktifitas memberi sedekah kepada fakir miskin. Yang menerima mendapat rejeki saat itu juga dan yang memberi akan mendapat rejeki di lain waktu.

Guru Kosmis

Salah satu dari Hukum Kehidupan adalah Hukum Materi. Salah satu landasan dari cara kerja hukum ini adalah hubungan antar manusia. Dari triniti nasib dalam feng shui adalah nasib manusia. Dari Trihita Karana adalah hubungan manusia dengan manusia. Trihita Karana adalah falsafah kehidupan dan mempercayai bahwa di dalam tubuh manusia ada atman/jiwa atau Atman adalah Brahman pada manusia. Brahman adalah Sang Pencipta Kehidupan. Oleh karena itulah setiap hubungan agar bernilai kelimpahan haruslah dilandasi semua unsur kebaikan. Hukum lain dari tujuh hukum adalah Ikhlas. Ikhlas adalah pelepasan semua dari itikad. Dalam urusan materi. memberi tanpa pengharapan. Disinilah letak kesulitan melakoni hukum-hukum Tuhan.

Hari itu Suhu memberi restu untuk menjalankan Nasib Langit. Saya mengenakan pakaian sangat sederhana. sebagai orang desa yang kesasar di kota besar dan kekurangan uang. Mencari orang-orang kaya tertentu yang saya lihat dari perspektif Trinetra. Dengan sedikit ritual pada Tongkat Rejeki. tangan kanan terasa dingin lembut.

Kami menuju kota diantar oleh Suhu dan istri beliau serta diiringi tiga murid saya. yang memantau dari jarak jauh. Dua toko besar yang dikunjungi. tidak ada bos dan penjaga toko tidak ramah. Yang ketiga. seorang wanita cantik tengah menghitung uang. bolak-balik. ada masalah tidak cocok sama catatan rupanya. Saya menyapa: "Selamat siang ibu...". "Ya. siang..." nadanya datar dan melihat sekilas. "Maaf bu. saya numpang berteduh". Wanita cantik itu diam. dan saya terus menceritakan diri saya yang tengah kesasar. Setelah beberapa lama; "Boleh saya minta air bu?" Ia kemudian menunjuk di belakang saya. ia mengambilkan sedotan. Sambil pura-pura gemetaran saya memandang roti di depan wanita itu. berharap akan di beri potongan yang kecil saja. Tidak ada rasa iba sedikitpun di wajah wanita cantik tersebut. saya tak lama di sanan dan berpamitan.

Kemudian saya berkeliling dan menemukan rumah besar dan toko kecil. Seorang wanita setengah baya. wajahnya tampak ramah. "Permisi ibu. maaf saya numpang berteduh sebentar." Ia mempersilahkan dengan tersenyum. Kemudian saya bertanya jalan ke terminal bus antar kota. Ia menunjukkan satu arah. Selanjutnya saya menceritakan kesusahan saya. Wajahnya tampak tenang dengan cerita saya. Seperti kisah barusan. saya meminta air dan diberi air kemasan tanpa sedotan. Setelah memberikan air. telapak tangannya bergerak seperti orang mempersilahkan ke arah terminal bis seraya berkata: "Itu jalan menuju terminal...". saya menjawab "Sebentar bu saya berteduh dulu...". Saya terus berkisah kesusahan. Beberapa kali wanita tersebut menunjukkan jalan ke terminal. Ibu itu mengusir saya.

Selanjutnya saya menemukan toko peralatan mesin besar. Saat itu jam makan siang. tak satupun pembeli dan pelayan ada di sana. Tampak pemiliknya duduk dengan salah satu kaki menumpang pada yang lainnya sambil membaca koran. Wajahnya agak angker. "Selamat siang pak...". "Selamat siang. ada yang bisa dibantu?" jawabnya. "Saya numpang berteduh sebentar". "Oh ya ya... silahkan duduk". ia menunjuk kursi di belakang saya. kemudian melipat koran yang dibacanya. Saya bercerita skenario perihal anak saya yang tidak pulang selama tiga bulan. Ia terlibat dengan cerita dan larut dalam obrolan yang baik. Seperti yang lainnya. saya minta air minum. Ia bangun dari duduk. masuk ke ruang lain dan membawa botol tanggung air kemasan dingin. Padahal di belakang saya ada nampan dengan air kemasan gelas.

Setelah beberapa interaksi yang baik. saya berkata: "Maaf pak. sebenarnya saya malu sekali mengatakan ini...". Saya merogoh saku dan menunjukkan uang enam ribu rupiah. Saya minta empat ribu rupiah kepada bapak itu alasannya untuk tambahan sewa angkutan. Bapak itu bangkit lagi dan datangnya membawa dua lembar uang lima ribuan kenceng. Beberapa saat kami masih mengobrol. Setelah merasa cukup. saya berpamitan. Sebelum benar-benar pergi. saya merogoh kantong lusuh yang saya bawa. Saya mengambil kodok kaki tiga yang sudah direstui.

Saya memberikan kodok tersebut. ia berusaha menolak beberapa kali. Saya menyalami bapak tersebut sebelum pamitan dan kami saling mengucapkan terimakasih. Pada saat salaman chi dingin dan sedikit setrum tipis terjadi. sebagian berpindah ke tangan bapak tersebut. Kebaikannya tidak sampai di situ. ia mengantarkan saya ke depan toko dan menunjukkan jalan menuju terminal.

Demikianlah. siang itu sudah cukup pemahaman saya mengenai kehidupan orang-orang kaya. Suhu mengatakan bahwa bapak tersebut akan bertambah kaya dan telah mendapat nasib langit dalam kehidupannya. Ia akan didatangi orang-orang yang baik selama hidup kalau mempertahan kebaikan dalam dirinya.

Selanjutnya. perjalanan dilanjutkan menuju desa di pinggiran timur pulau Bali. Sekarang tujuannya adalah belajar melihat kehidupan orang miskin. Tibalah di suatu desa kecil jauh dari jalan raya. Saya memasuki jalan setapak dan melihat seorang tua sedang bekerja di depan gapura rumahnya. Rumahnya tidak terlalu bagus akan tetapi tampak bukan orang miskin. Setidaknya ada makanan di sana. Ia berhenti bekerja setelah saya memberi salam. Seperti kisah lainnya. saya bercerita. Lebih dari sepuluh menit. kami bicara baik dan sambutan yang baik tetapi tidak dipersilahkan masuk ke rumahnya. sampai akhirnya berpamitan.

Kembali menyusuri jalanan desa yang kering dan berbatu. Di pinggir jalan utama desa rumah-rumah tampak layak walau jauh dari sebutan kaya. Satu gang kecil menarik perhatian sebab di ujung gang ada tangga tanah yang dibuat darurat. Sampai di atas tangga ada dua rumah dalam satu halaman tanah yang tidak terlalu luas. Rumah yang satu permanen dan temboknya diplester dan tampak ada antena parabola di sebelah rumah kecil. Rumah lainnya. mungkin lebih tepat gubuk dengan tembok daun kelapa serta beranda semen seadanya.

Saya mengucapkan salam dan dijawab seorang wanita paruh baya yang cukup bersih. Wanita itu mempersilahkan masuk halaman sembari menghampiri dan mengantarkan ke serambi rumah gubuk. Ada tiga orang di rumah tersebut. yang lainnya seorang nenek dan kakek yang belum terlalu tua namun dari penampilannya sangatlah membuat miris. Kakeknya tampak baru dari kebun. hanya dengan celana usang. Tersenyum malu kakek nenek tersebut mengangguk ke arah saya.

Obrolan kami basa basi. setelah beberapa saat saya meminta air minum. Wanita paruh baya yang mempersilahkan saya masuk memandang curiga dan bergegas pergi menuju rumah satunya. Rupanya Dia pemilik rumah tersebut. Setelah membersihkan diri. sang kakek duduk di bangku pendek. 'jojodog'. jauh dari kami seperti malu. Nenek itu bangun hendak mengambil air dan bertanya: "Wedang kayun? ... mau kopi?". "Kalau ada boleh juga nek...". jawab saya. Tak berapa lama nenek tersebut datang dengan baskom seng besar penyak-penyok dan di dalamnya ada kopi dalam gelas dan air dalam kemasan yang tampak plastiknya sudah usang. lama tidak diminum.

Kami duduk di emperan semen tersebut cukup lama. Suasana damai di alam yang kering. Sesekali seorang bocah perempuan kecil bermanja di pangkuan sang nenek. Dia menceritakan bahwa bapak anak itu bekerja di kota dengan gaji pas-pasan. bahkan mengajak anaknya sendiri tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup hingga harus ditinggalkannya di desa. Obrolan yang baik dan kisah sedih mewarnai sore itu. Secara sekilas tampak sang kakek membuat gerakan kode seperti menyuap nasi kepada sang nenek. Kebiasaan masyarakat di Bali yang masih tradisional. biasanya menawarkan makan kepada tamunya. pun baru kenal asal sudah merasa sreg. Ini bukan basa basi bagi masyarakat pedesaan. Mereka menawari makan dengan sungguh-sungguh. namun dengan malu-malu mengatakan cuma ada sambal dan rebusan daun singkong. "Maaf nek. saya sudah makan. terimakasih". jawab saya.

Tidak terasa. satu setengah jam saya berada di sana dengan obrolan yang sangat baik. Sang nenek dan kakek selalu tersenyum malu. Tibalah saatnya saya berpamitan. Saya telah mempersiapkan uang yang jumlahnya pasti akan mengagetkan kakek dan nenek tersebut. Saya memberikan uang tersebut dan nenek tersebut benar-benar kaget dan gemetar. walau sempat menampik tangan saya. menolak. Dengan masih memegang tangan saya. dia menangis. Saya memegang erat tangan nenek tersebut dan berpesan. belikan baju cucunya. Cucunya hanya memakai celana dalam sedikit robek. Chi dingin dan listrik kecil di tangan saya mengalir menuju nenek tersebut dan kali ini sampai habis. Saya berpamitan.

Sesampai di mobil. kembali saya bertanya kepada Suhu. apa yang akan terjadi kepada keluarga nenek tersebut. Mengingat nenek tersebut sudah tua. apakah dia akan menjadi kaya? Suhu bertanya; apakah chi pada tangan saya habis tuntas mengalir?. Kalau habis tuntas. keluarga nenek tersebut akan mengalami kelimpahan. sepanjang tetap menjalankan suatu kebaikan pada saat mereka kaya.

Datangnya Utusan Penolong

Dalam naskah ada yang disebut dengan Tian Yi yang menggambarkan bahwa akan ada seseorang yang akan memberi pertolongan dalam keadaan susah. andai rumah kebetulan mendapat chi Tian Yi. Namun dalam cerita Guru Kosmis. seorang spiritualis yang memang telah mencapai tahapan ini. belajar menerapkan tujuh hukum kehidupan. Tidak semua orang boleh ditolong dikarenakan proses dari suatu perbuatan baik buruk masa lalu. Seorang yang telah mencapai tahapan Guru Kosmis akan memahami dengan baik perihal kehidupan. Hanya akan memberi pertolongan kepada orang-orang yang sudah waktunya mendapat rejeki.


Benar tidaknya. kembali kepada level pengetahuan spiritual seseorang. Believe It Or Not.

Saya sebagai Master Anda menyarankan member dan pembaca indo feng shui untuk melakukan lakon Guru Kosmis. Tidak harus bisa melihat masa depan untuk melakukan kebaikan akan tetapi pengorbanan kecil akan bermanfaat bagi orang-orang miskin. Di saat mereka membelanjakan uang Anda dengan penuh kegembiraan. pada saat itulah karma baik akan bergerak menaik. Kegembiraan adalah makna kebahagiaan. Di dalam kebahagiaan ada kasih sayang. Kasih sayang sejati akan melampaui hukum sebab akibat. Hukum sebab akibat adalah salah dari tujuh hukum Kehidupan. Berikan sejumlah kecil kepada orang-orang yang benar-benar susah dengan kasih sayang dan tulus. Dengan demikian. Anda telah menjalankan Hukum Materi. Hukum Sebab Akibat dan Hukum Ikhlas. Di lain artikel akan saya tulis ketujuh hukum kehidupan. Bagi yang pernah membaca buku Devak Chopra. ini sama sekali berbeda sebab ketujuh hukum kehidupan ini adalah anugrah Suhu kepada murid yang telah mencapai fase spiritual Guru Kosmis.

Dalam waktu yang tidak terlalu lama. saya akan menjalani proses Diksa. Mohon do'a restu pembaca dan semua member indo feng shui seluruh dunia.

Salam BJKCSA
Selamat Tahun Baru 2014
Made Sandiago. Abhiseka: Pasek Mukti Murwo Kuncoro
Santih. semoga Nusantara damai.

Feng Shui Rumah Orang Tua Adalah Rejeki Anak
Feng Shui Rumah Orang Tua Adalah Rejeki Anak

Ada satu cerita di masa lalu waktu masih sebagai konsultan feng shui. Seorang klien yang sudah membangun rumah kemudian secara tidak sengaja browsing dan menemukan indofenghsui.com. Ia memanggil untuk mengunjungi rumahnya dan saya mendapati rumahnya  [ ... ]

Tahun Kambing – Kayu
Tahun Kambing – Kayu

Kambing adalah simbol dari sentimentil yang sangat kuat. Perayu ulung dan mampu menempatkan dirinya sebagai orang yang dikasihani serta dicintai. Sebenarnya kambing adalah playboy intelek berbeda dengan pandangan orang bahwa Kelinci adalah simbol dar [ ... ]

Feng Shui Uang
Feng Shui Uang

Mungkin ada yang langsung bertanya apa itu feng shui uang?
Jujur saja saya bingung mau memberi judul yang tepat. Hanya saja saya ingin menyampaikan bahwa desain atau gambar yang tertera pada setiap uang berpengaruh pada perekonomian rakyatnya.
Ah yan [ ... ]

Sudut Hilang Pekarangan Pada Arah Primer

Sudut hilang terjadi karena tanah atau pekarangan yang tidak simetris. Atau kalau digambarkan tidak berbentuk kotak. Pada setiap arah yang disajikan bisa dilihat pada tulisan Sudut Hilang dengan tanda cawang di atasnya. Praktek Feng shui mengacu pada [ ... ]

Other Articles