Vastu sastra adalah awal sejarah dari semua ilmu tata letak, yaitu adalah bagian dari kitab suci Weda, lalu dikembangkan sesuai dengan tempat, aturan dan budayanya masing-masing. Contoh memilih tempat suci berdasarkan beberapa ketentuan yang terdapat dalam kitab Vastu sastra atau Shilpa sastra yang dikerjakan oleh Silpin yaitu seniman yang membuat candi (arsitek zaman dahulu).

Salah satu bagian dari kitab Vastu sastra adalah Manasara yang berasal dari India Selatan, yang tidak hanya berisi pedoman-pedoman membuat kuil beserta seluruh komponennya saja, melainkan juga arsitektur profane (arsitektur sakral), bentuk kota, desa, benteng, penempatan kuil-kuil di kompleks kota dan desa.

Vastu sastra

Kitab-kitab ini juga memberikan pedoman mengenai pemilihan lokasi tempat candi akan dibangun. Hal ini terkait dengan pembiayaan candi, karena biasanya untuk pemeliharaan candi maka ditentukanlah tanah sima, yaitu tanah swatantra bebas pajak yang penghasilan panen berasnya diperuntukkan bagi pembangunan dan pemeliharaan candi. Beberapa prasasti menyebutkan hubungan antara bangunan suci dengan tanah sima ini. Selain itu pembangunan tata letak candi juga sering kali memperhitungkan letak astronomi (perbintangan).


Beberapa ketentuan dari kitab-kitab suci namun sangat penting di Indonesia adalah syarat bahwa bangunan suci sebaiknya didirikan di dekat air, baik air sungai, terutama di dekat pertemuan dua buah sungai, danau, laut, bahkan kalau tidak ada harus dibuat kolam buatan atau meletakkan sebuah jambangan berisi air di dekat pintu masuk bangunan suci tersebut. Selain di dekat air, tempat terbaik mendirikan sebuah candi yaitu di puncak bukit, di lereng gunung, di hutan, atau di lembah. Seperti kita ketahui, candi-candi pada umumnya didirikan di dekat sungai, bahkan candi Borobudur terletak di dekat pertemuan sungai Elo dan sungai Progo. Sedangkan candi Prambanan terletak di dekat sungai Opak. Sebaran candi-candi di Jawa Tengah banyak tersebar di kawasan subur dataran Kedu dan dataran Kewu.

candi Prambanan
 
Di mana ilmu Feng Shui dan ilmu Astha Kosala Kosali jika dipadukan, lebih diartikan sebagai Feng Shui adalah unsur dari ilmu elemen yang terdapat di dalam kitab Vastu sastra yang disebut sebagai ilmu dalam sebuah aturan-aturan tertentu sesuai dengan unsur letak tanah dan unsur/ elemen tempat,  atau disebut dengan Bhuwana Agung. Sementara itu Astha Kosala Kosali adalah ilmu tata letak selain unsur alam, juga lebih umum melibatkan unsur budaya dan seni agar suatu tempat selalu dibuat mewah dan nyaman. Kemudian Astha Kosala Kosali disebut dengan Bhuwana Alit. Jadi perpaduan ilmu Feng shui dan Astha Kosala Kosali menurut Vasthu sastra adalah aturan-aturan unsur alam yang berlandaskan seni dan budaya agar tempat atau letak yang di bangun membuat kemewahan dan rasa nyaman yang membuat energi tempat itu menjadi seimbang. Bukan lagi positif tok. Jika dua ilmu ini dipadukan inilah yang disebut Rwa Bhineda.

Perpaduan dua keilmuan tersebut yang disebut ilmu Dyaus Pertiwi (sky earth), atau ilmu langit bumi. Kita sebagai pelaku tata letak, arsitek, desainer interior dan eksterior harus tahu sejarah arsitek pertama di dunia,  disebutkan dalam Weda adalah yang tertua, yaitu Vastu sastra, yang ditulis oleh Rsi Bhagawan Wiswakarma.

Setelah itu baru berkembang ke China dengan berbagai mitologi, Eropa dan benua lainnya salah satunya Bali yang di kenal sebagai Astha Kosala Kosali.  Di Asia bagian Timur Indonesia dikenal sebagai Feng shui. Di Eropa di kenal dengan Shilpa sastra.


Bag of Gold
Feng shui atau Hong shui dalam sejarah adalah sama. Feng shui tidak bisa lepas dari I Ching (ya keng) di mana ilmu itu mempelajari sebuah aturan pergerakan alam dan pergerakan tubuh manusia. Bentuk dari perubahan gerak itulah disebut I Ching (ya keng) atau bahasa kerennya Feng shui, ilmu menghubungkan manusia dan surga. Atau disebut sebagai ilmu langit. Trinity nasib menurut feng shui yaitu; Nasib Bumi, Nasib Manusia dan Nasib Langit. Nasib Langit ini ini adalah Spiritual Feng Shui yaitu mencapai hubungan dengan Surga, atau Ilahi.

Sementara itu, Astha Kosala Kosali adalah ilmu tata letak 8 penjuru arah mata angin yang dihubungkan dengan  tempat tinggal para dewa-dewa, di mana para dewa bertempat selalu membawa energi positif, di mana juga ilmu tata letak Astha Kosala Kosali dihubungkan dengan seni dan budaya agar tempat terlihat mewah, indah dan nyaman. Ilmu Astha Kosala Kosali tidak lepas dihubung-hubungkan dengan hal-hal mistik di mana konsep karang atau tanah sesuai budaya atau kepercayaan setempat. Ilmu ini disebut dengan ilmu bumi.

Ilmu tata letak 8 Penjuru Arah Mata Angin di dalam feng shui disebut, Eight Mansions Feng Shui. Sementara indofengshui.com menyebutnya Atribut 8 Sektor.

Silakan berkunjung ke Toko resmi indofengshui.com di Galeri kbcbali.com yang menyediakan simbol-simbol feng shui dan juga produk spiritual. Kunjungi toko online di www.wariga.com

Galeri kbcbali.com menyediakan berbagai simbol Feng Shui, Spiritual dan berbagai perhiasan.

Jl. Tegal Harum No. 7, Denpasar, Bali.
Telp. 0361.466925
Google map

Feng Shui Dimensi Waktu
Feng Shui Dimensi Waktu

Hal yang sangat penting bagi praktisi feng shui adalah memperhatikan perubahan feng shui karena waktu berjalan. Atau perubahan periode feng shui. Yang terdekat dan harus dipraktekkan adalah perubahan yang terjadi tahunan. Dalam skala besar saya membu [ ... ]

Mencapai Popularitas
Mencapai Popularitas

Banyak orang mengejar popularitas dengan berbagai cara. Sedemikian berartinya popularitas bagi banyak kalangan mulai dari artis sampai ke politikus sehingga banyak cara ditempuh untuk mendapatkannya. Baik dengan mendekati lembaga-lembaga atau komunit [ ... ]

Mengundang Energi Positif Agar hidup Lebih Bahagia...
Mengundang Energi Positif Agar hidup Lebih Bahagia. Sehat dan Sukses

Kali ini saya ingin berbagi bagaimana mengundang energi positif agar hidup kita lebih sehat. sehat dan sukses.
Nah pada artikel ini saya ingin memfokuskan tentang bagaimana mengundang energi positif tersebut kedalam rumah kita? Artikel lain mengenai [ ... ]

Konsep Nasib Menurut Feng Shui
Konsep Nasib Menurut Feng Shui

Bulan penuh. Purnama telah memberi banyak kenangan kepada umat manusia sejak peradaban dimulai. Berjuta-juta karya sastra lahir karenanya. Daya tarik mistiknya menguasai pasang surut air di laut. Banyak kebudayaan umat manusia tumbuh dan berkembang d [ ... ]

Other Articles